Mendiktisaintek: Satu Abad Gontor Buktikan Pendidikan Karakter Tetap Relevan
Ponorogo : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto telah menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu, 19 September 2026 kemarin.
Pada kesempatan tersebut, ia menuturkan jika usia 100 tahun Gontor menjadi bukti bahwa pendidikan yang unggul tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan akhlak.
Menurutnya, Gontor telah memberikan warna penting bagi dunia pendidikan nasional melalui lahirnya generasi yang berilmu, mandiri, berkarakter, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
“Semoga Gontor terus maju, menjaga nilai-nilai keislaman, serta melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan membawa kemajuan bagi Indonesia. Selamat satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor,” ujar Brian,pada Minggu, 20 September 2026.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor yang selama satu abad telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai Panca Jiwa Gontor masih sangat relevan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Lima nilai tersebut, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan, dinilai sejalan dengan semangat perjuangan bangsa.
Presiden Prabowo menegaskan, bahwa keikhlasan dan kesederhanaan merupakan prinsip dalam mengabdi kepada negara, sementara berdikari mencerminkan cita-cita Indonesia untuk mandiri di berbagai bidang.
Selain itu, mantan Menhan juga mengajak seluruh hadirin mendoakan masyarakat yang tengah tertimpa musibah di berbagai daerah agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan.
Peringatan 100 Tahun Gontor juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan pesantren dalam membangun ekosistem pendidikan nasional.
Di mana, satu abad Gontor konsisten mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan keilmuan, karakter, kemandirian, dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.(*)
