Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Hari Tani Nasional, ‘Urban Farming’ Jadi Solusi Bertani di Lahan Terbatas

Jakarta : Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September sebagai momentum untuk mengingat peran petani dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Di tengah keterbatasan lahan di perkotaan, masyarakat kini dapat memanfaatkan urban farming sebagai alternatif untuk tetap melakukan kegiatan pertanian.

Sejumlah Peserta sedang menanam bibit sayuran dengan metode hidroponik. (Foto: Laman pertanian.go.id)

Dilansir dari laman pertanian.go.id, Kamis, 24 September 2026, urban farming menjadi salah satu alternatif masyarakat perkotaan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Konsep pertanian perkotaan ini dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti hidroponik, vertikultur, polybag, dan pemanfaatan pekarangan.

Urban farming semakin relevan untuk masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan untuk kegiatan pertanian. Pemanfaatan ruang juga dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.

Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan urban farming sebagai kegiatan pertanian yang memanfaatkan lahan terbatas di wilayah perkotaan. Kementan juga memiliki program pengembangan kampung Hortikultura yang menyasar petani dengan lahan yang sempit.

Masyarakat dapat menerapkan urban farming menggunakan ruang yang tersedia di sekitar rumah, sekolah, maupun fasilitas publik. Metode ini memungkinkan masyarakat untuk bercocok tanam meskipun tidak memiliki lahan pertanian yang luas.

Selain persoalan lahan, perubahan iklim juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan produksi pertanian. Dikutip dari laman Low Carbon Development Indonesia (LCDI), kekeringan, banjir, peningkatan suhu, dan perubahan pola iklim dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

Pertanian di perkotaan dapat meningkatkan ketahanan iklim sektor pertanian jika dikembangkan secara bertahap. Dalam penerapan urban farming, keberagaman tanaman menjadi salah satu bagian penting untuk menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Urban farming juga dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Selain itu, hasil produksi yang lebih tinggi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi berbasis UMKM.

Selain menghasilkan bahan pangan, urban farming dapat memberikan fungsi edukasi kepada masyarakat mengenai proses produksi makanan. Kegiatan ini juga dapat memperkenalkan teknik bercocok tanam kepada anak-anak dan generasi muda melalui lingkungan sekolah maupun permukiman.

Dengan demikian, urban farming tidak hanya menjadi kegiatan bercocok tanam di tengah kota, tetapi juga menjadi wadah pemanfaatan ruang. Momentum Hari Tani Nasional dapat menjadi pengingat bahwa kegiatan pertanian dapat dilakukan masyarakat melalui berbagai bentuk sesuai kondisi lingkungan masing-masing.(*)

Hide Ads Show Ads