Hari ini
Cuaca 0oC
Karawang Terkini

Wamenag Ajak Anak Yatim Rayakan Hari Anak Nasional di Kemenag

Jakarta; Kementerian Agama (Kemenag) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan cara berbeda. Tahun ini, peringatan digelar secara sederhana bersama puluhan anak yatim di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak-anak, khususnya anak yatim.

"Kita bersyukur hari ini bisa secara non-formal memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2026. Yang seyogyanya kita peringati di lapangan, tapi hari ini kita peringati di ruangan ini,"kata Romo Muhammad Syafi'i dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Romo memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tidak merasa rendah diri. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga terlahir sebagai anak yatim dan menjadi manusia paling mulia di sisi Allah SWT.

"Beliau itu orangnya rajin, bahkan saking rajinnya, dia mengungsi ke sebuah bukit, kemudian dia mencari kebenaran, akhirnya turunlah ayat kepadanya, dan sejak itu dia menjadi nabi dan rasul. Bukan anak yang punya orang tua yang paling mulia, yang paling mulia itu adalah anak yatim,”jelasnya.

"Jadi kalian ini adalah anak-anak yang mulia, tapi harus rajin. Rajin belajar, rajin beribadah, dan tetap berdoa kepada Allah agar masa depan kalian bisa menjadi masa depan yang gemilang dan tetap dalam kemuliaan dalam pandangan Allah Subhanahu wa ta'ala," imbuhnya.

Romo juga memaparkan berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pemenuhan kebutuhan anak, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi, hingga Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Diberinya makan bergizi gratis, dilakukannya cek kesehatan gratis. Kemudian untuk anak-anak yang punya IQ tinggi, disiapkan Sekolah Garuda. Untuk anak-anak yang tidak mampu sekolah atau yang putus sekolah, disiapkan Sekolah Rakyat. Dan hari ini untuk calon pemimpin unggul, sudah ada Universitas Republik Indonesia,"ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan dukungan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), revitalisasi sekolah dan madrasah, serta bantuan pembangunan sarana pendidikan.

Romo menambahkan, Presiden juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru dan percepatan digitalisasi pendidikan melalui penyediaan smartboard di berbagai sekolah.

"Dia ingin agar semua guru sejahtera. Jadi, anaknya dibantu, bangunan sekolahnya dibantu, gurunya dibantu. Bahkan sesuai dengan zaman, sudah hampir seluruh sekolah di Republik Indonesia mendapat smartboard, agar anak-anak bisa belajar lebih cepat dengan sistem digitalisasi,"lanjutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

"Itulah gunanya sekolah, supaya anak itu mampu menggunakan digital, tetapi kemudian dia yang menguasai dan dia yang mengendalikan digital, bukan dia dikuasai, apalagi dikendalikan oleh digital,"tandasnya.

Wamenag turut menyinggung Program Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak-anak (GERNAS RANA) yang digagas pemerintah untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.

"Kata Presiden, nyaman dan aman bagi anak itu perlu untuk memastikan dia bisa tumbuh kembang secara baik. Karena kalau ada gangguan terhadap aman dan nyaman itu, bisa menyebabkan traumatik, bisa membuat dia tidak bisa meraih masa depannya, dan bisa merusak tatanan sosial akibat produk anak yang tumbuh dalam traumatik itu,"pungkasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional di Kementerian Agama diisi dengan doa bersama, makan siang, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta kuis dan pembagian es krim yang menambah suasana hangat dan penuh kebersamaan. Salah satu peserta, Salma, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan merayakan Hari Anak Nasional bersama Kementerian Agama.(*)

Hide Ads Show Ads