Sebanyak10.060 Jemaah Umrah Pulang, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Jeddah ; Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah memastikan proses pemulangan jemaah umrah ke Indonesia berjalan dengan pengawasan dan pendampingan intensif. Hingga 3 Maret 2026, sebanyak 10.060 jemaah telah kembali ke Tanah Air.
Pada 3 Maret 2026 pukul 23.40 waktu setempat, sebanyak 2.278 jemaah menjalani proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Pengawasan dilakukan langsung oleh Staf Teknis Urusan Haji dan Umrah KJRI Jeddah di seluruh area pelayanan, terutama Terminal 1 dan Terminal Haji.
Langkah tersebut menjadi bagian komitmen negara dalam menjamin perlindungan bagi seluruh jemaah, terutama di tengah eskalasi situasi yang terjadi.
Muhammad Ilham Effendy selaku Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah menegaskan perlindungan jemaah menjadi prioritas dalam setiap tahapan pemulangan.
“Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, terutama bagi jemaah yang menghadapi kendala penerbangan,” ujar Ilham, Rabu. 4 Maret 2026.
Meski sebagian besar jemaah kembali sesuai jadwal, data per 3 Maret 2026 mencatat 300 jemaah mengalami keterlambatan penerbangan atau tertahan. Mereka tersebar di Kota Jeddah dan Makkah. Kendala utama berkaitan dengan jadwal penerbangan lanjutan serta koordinasi visa dan penerbangan transit.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah melakukan sejumlah langkah, meliputi koordinasi berkelanjutan dengan maskapai guna memastikan kepastian jadwal keberangkatan, penyediaan konsumsi dan kebutuhan dasar bagi jemaah yang menunggu, percepatan penyelesaian administrasi bersama travel dan penanggung jawab visa, serta pemantauan bergiliran selama 24 jam untuk mengantisipasi penumpukan.
Ilham menambahkan, meski jumlah jemaah tertahan cukup signifikan, situasi tetap terkendali.
“Kami terus siaga 24 jam. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan. Perlindungan dan pendampingan adalah tanggung jawab yang kami jalankan secara penuh,” tegasnya.
Pada 3 Maret 2026 tidak terdapat pemulangan jemaah umrah melalui Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz di Madinah.
Secara umum, proses pengawasan dan pendampingan berlangsung lancar. Seluruh petugas tetap siaga demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta kepastian kepulangan jemaah umrah ke Indonesia.(*)

