Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

AS Gempur Pangkalan Militer Iran di Kharg

Teheran,Iran ;Serangan udara sasar titik vital, fasilitas minyak Teheran masih dalam ancaman.
AS Gempur Pangkalan Militer Iran di Kharg

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target militer di Pulau Kharg, Iran. 

Wilayah tersebut merupakan titik vital bagi ekonomi Teheran yang menangani sekitar 90% ekspor minyak negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi melalui platform Truth Social, Presiden Trump menegaskan bahwa operasi tersebut berhasil melumpuhkan kemampuan militer di pulau itu tanpa menghancurkan fasilitas ekonomi utama.

"Atas dasar kepatutan, saya telah memilih untuk TIDAK melenyapkan infrastruktur minyak di pulau tersebut," tulis Trump. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa keputusan ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Sesaat sebelum Trump mengunggah informasi mengenai serangan AS ke Pulau Kharg, Trump jua memberikan Penjelasan langsung kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One (Foto: The Guardian

"Jika Iran, atau siapa pun, melakukan tindakan yang mengganggu perlintasan kapal yang bebas dan aman di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tambahnya.

Eskalasi di Teluk dan Evakuasi di Qatar

Ketegangan di kawasan meningkat drastis setelah laporan pencegatan rudal di wilayah udara Qatar. Saksi mata melaporkan kepada Reuters bahwa otoritas Qatar mengevakuasi sebagian distrik Msheireb di Doha yang mencakup kantor pemerintahan dan kantor Google serta kawasan Education City yang menampung enam kampus universitas asal AS.

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebut evakuasi ini sebagai "langkah pencegahan sementara," meski tidak merinci secara detail ancaman yang dimaksud.

Di sisi lain, laporan dari mitra BBC, CBS News, mengindikasikan bahwa Pentagon sedang bersiap untuk memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah.

 AS direncanakan akan mengirim unit Marinir yang terdiri dari 5.000 personel beserta kapal perang tambahan untuk memperluas jangkauan opsi taktis di kawasan.

Respons Regional dan Krisis yang Mendalam

Sementara Washington memperkuat posisi militernya, media pemerintah Iran merilis cuplikan visual para pejabat yang menghadiri rapat umum Hari Quds di Teheran untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan perlawanan terhadap tekanan Barat.

Konflik ini juga terus meluas ke wilayah Lebanon. Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya sedang menjalani "pertempuran eksistensial" melawan Israel. 

Ketegangan ini semakin diperparah dengan langkah militer Israel yang menjatuhkan selebaran di Beirut, mendesak penduduk untuk bangkit melawan kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut.

Hingga saat ini, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer AS tidak akan berakhir dalam waktu dekat. 

Ia menjanjikan serangan lebih lanjut terhadap aset-aset Iran selama sepekan ke depan sebagai respons atas aktivitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menargetkan kepentingan AS dan Israel di kawasan.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads