DMI Ungkap 75 Persen Sound System Masjid Indonesia Bermasalah
Jakarta: Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengungkapkan sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki persoalan pada sound system. Masalah tersebut terutama terkait operasional dan pemasangan perangkat akustik yang belum sesuai standar pengeras suara.
![]() |
| Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla (tengah) saat acara pelantikan PW DMI Jawa Timur periode 2025–2030 di Surabaya (Foto: Tangkapan Layar Youtube KOMINFO MMC) |
Menurut JK, banyak sound system masjid dipasang tanpa perencanaan matang dan sering kali dilakukan oleh pihak yang kurang memiliki pemahaman teknis. Akibatnya, kualitas suara yang dihasilkan tidak mendukung fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
“Di Indonesia, sekitar 75 persen masjid itu sound systemnya perlu diperbaiki operasionalnya, karena yang memasang itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid. Jadi, cara pasangnya itu yang penting bunyi,” ujar JK saat Pelatihan Akustik Masjid bagi 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jakarta, Minggu 25 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sistem tata suara seharusnya disesuaikan dengan ukuran dan kebesaran masjid, kondisi lingkungan sekitar, serta karakter masyarakat setempat. Penggunaan volume yang terlalu keras justru dinilai dapat mengganggu kekhusyukan jemaah.
“Perubahannya besar padahal perlu. Harus sesuai dengan kebesaran masjid, suasana masyarakat, dan tidak asal pasang, bukan membesarkan suara saja,” katanya.
JK menegaskan masjid harus menghadirkan suasana yang tenang dan syahdu karena merupakan tempat ibadah, bukan sarana hiburan. “Masjid itu harus syahdu, kalau hiburan mungkin orang bisa tidur, tapi ini ibadah, jadi harus syahdu,” ujarnya.
Ia pun berharap para pengurus masjid semakin memahami pentingnya tata suara yang baik. Agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lebih khusyuk dan nyaman bagi jemaah.(*)

