Begini Awal Mula Berdirinya Keraton Surakarta
Jakarta : Keraton Surakarta atau juga dikenal sebagai Keraton Solo jadi salah satu kerajaan yang masih eksis di Jawa Tengah. Terdapat cerita panjang di balik berdirinya Keraton Surakarta yang ternyata bermula dari Keraton Kartasura yang rusak.
Meskipun berdirinya Keraton Surakarta disebut bermula dari Keraton Kartasura yang rusak. Tetapi berdirinya keraton yang dipimpin oleh Pakubuwono ini tidak terlepas dari sejarah panjang Kerajaan Mataram.
Adapun perpindahan dari Keraton Kartasura ke Keraton Surakarta juga disebabkan oleh adanya peristiwa Geger Pecinan pada tahun 1740-an. Melansir situs resmi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berikut adalah sejarah berdirinya Keraton Surakarta.
Sejarah Berdirinya Keraton Surakarta
Berdirinya Keraton Surakarta tidak terlepas dari Kerajaan Mataram. Kerajaan Mataram ini didirikan oleh Panembahan Senapati Ing Ngalogo pada tahun 1575 dan menjadi sultan pertama.
Kerajaan Mataram berkembang hingga mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Agung pada tahun 1613-1645. Dari Kerajaan Mataram ini kemudian melahirkan keturunan dinasti berikutnya, yaitu Keraton Surakarta yang didirikan oleh Pakubuwono II.
Geger Pecinan
Pada masa pemerintahan Pakubuwono II terjadi peristiwa Geger Pecinan. Pemberontakan ini dimulai sejak tahun 1740 saat VOC memberlakukan kebijakan untuk mengurangi jumlah orang Cina di Batavia.
Hingga kemudian membuat banyak orang Cina mengungsi ke wilayah Jawa Tengah dan membentuk laskar-laskar perlawanan. Pelarian laskar Cina tersebut mendapat dukungan dari para bupati di wilayah pesisir serta secara diam-diam.
Pakubuwono II juga mendukung gerakan perlawanan laskar Cina terhadap VOC ini melalui Adipati Natakusuma. Ia selaku seorang patih Kerajaan Kartasura dengan tujuan untuk memukul mundur kekuasaan VOC di wilayah kekuasaan Mataram Kartasura.
Namun, usai melihat Kota Semarang yang menjadi pusat VOC di Timur Batavia tidak jatuh ke tangan orang-orang Cina. Pakubuwono II menarik dukungannya dan kembali memihak VOC untuk memerangi perlawanan laskar Cina.
Ia kemudian menangkap Adipati Natakusuma yang akhirnya dihukum buang ke Sailon (Srilanka) untuk menutupi kecurigaan VOC terhadapnya. Namun, kekuatan pasukan Cina semakin kuat dengan adanya dukungan Bupati Pati, Grobogan, dan beberapa kerabat raja.
Bahkan, laskar Cina ini mampu mengangkat Mas Garendi sebagai penguasa yang baru atas kerajaan Mataram Kartasura. Pada tahun 1742 pihak kerajaan semakin terdesak, sehingga membuat raja, kerabat, dan pengikutnya yang masih setia harus mengungsi ke Ponorogo.
Para pemberontak berhasil menduduki dan merusak bangunan Keraton Kartasura. Pemberontakan tersebut kemudian dapat dipadamkan oleh Pakubowono II dengan bantuan pasukan VOC.
Tidak sampai disana, Pakubuwono II berhasil merebut kembali Kerajaan Kartasura. Yang sebelumnya berhasil diduduki oleh laskar Cina.
Berpindah ke Surakarta
Usai kembali bertakhta, Pakubuwono II merasa bahwa Keraton Kartasura sudah tidak layak untuk menjadi pusat kerajaan. Hal ini karena menurut kepercayaan Jawa, keraton yang sudah rusak telah kehilangan wahyu.
Akhirnya, usai melalui berbagai pertimbangan, Desa Solo dipilih menjadi tempat pengganti Keraton Kartasura yang sudah rusak. Kemudian bangunan tersebut diberi nama Keraton Surakarta oleh Pakubuwono II.
Secara resmi Keraton Surakarta berdiri pada 17 Februari 1745. Demikian penjelasan mengenai sejarah Keraton Surakarta yang bermula dari rusaknya Keraton Kartasura saat Geger Pecinan.(*)

