Polisi Harus Melawan Pikirannya Sendiri, Ini Pesan Rocky Gerung untuk Perwira Polri
Jakarta -: Menjadi Perwira Polri yang siap pakai tidak cukup hanya dengan menguasai kompetensi, memahami prosedur, dan memiliki keberanian untuk bertindak. Seorang perwira juga dituntut mampu mengendalikan sekaligus mengkritisi dirinya sendiri.
Pesan itulah yang mengemuka di Youtube Akademi Kepolisian dalam episode eduCAST — Suara Akpol untuk Indonesia!, Pada Minggu (23/08/2026) yang menghadirkan Pengamat Politik sekaligus Filsuf Rocky Gerung.
Dalam perbincangan bersama Monica serta dua dosen Akpol, AKBP Dr. Eko Budi dan AKBP Dr. Cucuk Kristiono, dibahas secara mendalam sosok Perwira Polri yang dibutuhkan Indonesia di tengah perubahan zaman.
Rocky menekankan pentingnya kemampuan seorang perwira untuk “melawan pikirannya sendiri”. Bukan dalam arti menolak nalar, melainkan berani menguji ego, prasangka, emosi, ketakutan, kebiasaan berpikir, hingga dorongan untuk menggunakan kewenangan tanpa pertimbangan yang matang.
Diskusi tersebut juga mengupas makna “siap pakai” bagi seorang Perwira Polri. Kesiapan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga mencakup integritas, etika, kematangan mental dan emosional, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian berpikir kritis tanpa kehilangan disiplin dan profesionalisme.
Salah satu aspek penting yang menjadi sorotan adalah penggunaan diskresi. Kewenangan tersebut harus dijalankan dengan pertimbangan yang matang, berlandaskan hukum, etika, integritas, dan hati nurani. Sebab, semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang perwira, semakin besar pula tanggung jawab moral atas setiap keputusan yang diambil.
Tantangan perwira Polri kini juga semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital menghadirkan persoalan baru, mulai dari kecerdasan buatan (AI), hoaks, deepfake, disinformasi, hingga tekanan media sosial. Kondisi ini menuntut perwira tidak hanya cepat bertindak, tetapi juga mampu memilah informasi, berpikir jernih, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Lantas, perwira seperti apa yang dibutuhkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045?
Jawabannya bukan sekadar perwira yang mampu mengendalikan situasi, tetapi juga mereka yang mampu mengendalikan dirinya sendiri.
Sebab, tantangan terbesar seorang perwira tidak selalu datang dari luar. Ego, emosi, prasangka, ketakutan, dan cara berpikir yang tidak pernah dipertanyakan justru dapat menjadi tantangan yang lebih dekat dan lebih sulit ditaklukkan.
“Polisi harus melawan pikirannya sendiri.”
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bahwa profesionalisme kepolisian bukan hanya soal keberanian bertindak, tetapi juga keberanian untuk berpikir, mengoreksi diri, menahan diri, dan mempertanggungjawabkan setiap kewenangan yang dimiliki.
Melalui eduCAST, Akpol mendorong lahirnya Perwira Pertama Polri yang siap berpikir, siap bertindak, siap beradaptasi, dan siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan demi menjawab tantangan kepolisian di masa depan.(*)
